| Tugas | Tgl Tugas | Tgl Selesai |
| 7 | 29 April 2010 | 2 Juni 2010 |
| Nama | NPM | TUGAS |
| Ridho Audli | 0815031087 | Mengatur dan membuat blog |
| Arif Wicaksono | 0815031039 | Mencari data, memasukkan data |
| Fajar Ardian | 0855031013 | Mencari data |
| Adam Hussein | 0855031001 | Mencari data |
| Ade Wahyu H. | 0815031033 | Mencari data |
PENGENDALI PENJEJAK ORIENTASI MATAHARI
DENGAN METODE FUZZY LOGIC

a. Fuzzyfikasi
Untuk merancang Fuzzy Logic Controller, terlebih dahulu ditentukan
fungsi keanggotaan dari setiap fuzzy set. Fungsi keanggotaan akan mengkonversi nilai
crisp (numerik) menjadi nilai fuzzy. Fungsi keanggotaan yang harus ditentukan
meliputi perubahan dari keempat sensor cahaya yang akan menentukan orientasi
matahari.
Tujuan membentuk fungsi keanggotaan dari setiap fuzzy set adalah untuk
membentuk variabel linguistik dari tiap-tiap fuzzy set. Dalam penelitian ini penulis
menggunakan 3 buah variabel linguistik. Dengan banyaknya variabel yang digunakan
diharapkan diperoleh aksi kontrol yang lebih halus, karena semakin sedikit range dari
tiap-tiap variabel semakin halus aksi kontrol yang dikeluarkan oleh controller.
Pada sensor cahaya yang akan menentukan orientasi matahari, setiap
sensornya didesain menggunakan crisp input sebanyak 3 variabel. Yaitu variabel
Kurang Terang (KT), Terang (T) dan Sangat Terang (ST). Sedangkan pada crisp
output sebagai tindakan akan keadaan yang diterima sensor dibagi menjadi 5 variabel,
yaitu clock wise big (CWB), clock wise small (CWS), center (C), counter clock wise
small (CCWS) dan counter clock wise big (CCWB).


b.Penyusunan Aturan/Rules
Aturan yang dipakai pada masukan sensor SE dan SW digunakan untuk
mengatur motor 1 dan masukan dari sensor SN dan SS digunakan untuk mengatur
motor 2. Dengan crip input dari masing masing masukan sensor dan crisp output dari
masing-masing keluaran dapat dibuat aturan atau rules sebanyak 18 aturan. Aturanaturan
tersebut antara lain:
1. Jika SE adalah KT dan SW adalah KT maka motor 1 adalah C
2. Jika SE adalah KT dan SW adalah T maka motor 1 adalah CWS
3. Jika SE adalah KT dan SW adalah ST maka motor 1 adalah CWB
4. Jika SE adalah T dan SW adalah KT maka motor 1 adalah CCWS
5. Jika SE adalah T dan SW adalah T maka motor 1 adalah C
6. Jika SE adalah T dan SW adalah ST maka motor 1 adalah CWS
7. Jika SE adalah ST dan SW adalah KT maka motor 1 adalah CCWB
8. Jika SE adalah ST dan SW adalah T maka motor 1 adalah CCWS
9. Jika SE adalah ST dan SW adalah ST maka motor 1 adalah C
10. Jika SN adalah KT dan SS adalah KT maka motor 2 adalah C
11. Jika SN adalah KT dan SS adalah T maka motor 2 adalah CWS
12. Jika SN adalah KT dan SS adalah ST maka motor 2 adalah CWB
13. Jika SN adalah T dan SS adalah KT maka motor 2 adalah CCWS
14. Jika SN adalah T dan SS adalah T maka motor 2 adalah C
15. Jika SN adalah T dan SS adalah ST maka motor 2 adalah CWS
16. Jika SN adalah ST dan SS adalah KT maka motor 2 adalah CCWB
17. Jika SN adalah ST dan SS adalah T maka motor 2 adalah CCWS
18. Jika SN adalah ST dan SS adalah ST maka motor 2 adalah C
c. Perancangan Plant


Prinsip kerja
Input controller adalah masukan dari keempat sensor yang akan memetakan
perubahan posisi panel surya yang berorientasi terhadap matahari. Tulisan “Input”
pada gambar diatas juga berisi masukan setpoint untuk input nilai intensitas cahaya
dari masing-masing sensor. Setpoint dijadikan sebagai acuan. Dari nilai perubahan
pada masing-masing sensor tersebut akan diolah sebagai masukan pada Fuzzy Logic
Controller, yang kemudian akan diolah menjadi keluaran berupa gerak yang akan
mengatur posisi panel surya terhadap orientasi matahari.

No comments:
Post a Comment